Sabtu, 10 Mei 2014

Bayi Tabung



BAYI TABUNG

Bayi tabung adalah proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim sehingga terjadi embrio tidak secara alamiah atau dengan bantuan alat-alat kedokteran. Kehamilan adalah suatu proses yang normal dan alamiah yang pasti ingin dialami oleh semua wanita yang sudah menikah. Karena bagi pasangan yang sudah menikah memiliki momongan adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Banyak hal yang menyebabkan pasangan ingin memiliki anak. Pada dasarnya secara naluriah pasangan yang sudah menikah mereka biasanya memang sudah siap untuk mempunyai anak. faktor lain biasanya adalah faktor keluarga, orang tua biasanya ingin secepatnya menimang cucu. Pasangan biasanya merasa tertekan bila tidak bisa secepatnya menghadirkan cucu bagi orang tuanya. Hal ini biasanya bisa jadi masalah tersendiri, kadang masalah anak ini bisa memicu ketegangan antara suami dan istri. Bila wanita atau istri mempunyai masalah dengan momongan dan ingin memiliki momongan secepatnya, maka harus melakukan upaya-upaya tertentu agar bisa mendapat momongan seperti apa yang sudah mereka harapkan.
Akan tetapi pada zaman sekarang ini para ilmuan telah menemukan suatu cara untuk medapatkan keturunan dari pasangan suami istri yang mengalami infertilitas, yaitu dengan menggunakan teknologi bayi tabung. Metode bayi tabung diretapkan pertama kalinya pada tanggal 26 Juli 1978 lewat kelahiran seorang bayi asal Inggris bernama Louise Brown, di RS Distrik Oldham, Manchester. Proses metode bayi tabung dilakukan oleh DR. Patrick Steptoe ini dilakukan tujuh bulan sebelum Louise lahir, tepatnya bulan November 1977, dengan cara memasukan embrio ke rahim Lesley Brown.
Sejak saat itu, teknologi reproduksi yang dikenal dengan istilah In Vitro Fertilization (IVF) ini menjadi awal perkembangan teknologi kedokteran yang berkaitan dengan pembuahan buatan. Di Indonesia, IVF pertama kali diterapkan di RS Anak – Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta pada tahun 1987. Dengan menerapkan tekhnologi bayi tabung ini, wanita atau pasangan suami istri yang susah untuk memiliki keturunan dapat hamil atau menghadirkan seorang cucu untuk orang tua dan mendapat keturunan seperti yang mereka harapkan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar