BAYI
TABUNG
Bayi
tabung adalah proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim sehingga terjadi
embrio tidak secara alamiah atau dengan bantuan alat-alat kedokteran. Kehamilan
adalah suatu proses yang normal dan alamiah yang pasti ingin dialami oleh semua
wanita yang sudah menikah. Karena bagi pasangan yang sudah menikah memiliki
momongan adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Banyak hal yang menyebabkan
pasangan ingin memiliki anak. Pada dasarnya secara naluriah pasangan yang sudah
menikah mereka biasanya memang sudah siap untuk mempunyai anak. faktor lain
biasanya adalah faktor keluarga, orang tua biasanya ingin secepatnya menimang
cucu. Pasangan biasanya merasa tertekan bila tidak bisa secepatnya menghadirkan
cucu bagi orang tuanya. Hal ini biasanya bisa jadi masalah tersendiri, kadang
masalah anak ini bisa memicu ketegangan antara suami dan istri. Bila wanita
atau istri mempunyai masalah dengan momongan dan ingin memiliki momongan
secepatnya, maka harus melakukan upaya-upaya tertentu agar bisa mendapat
momongan seperti apa yang sudah mereka harapkan.
Akan tetapi
pada zaman sekarang ini para ilmuan telah menemukan suatu cara untuk medapatkan
keturunan dari pasangan suami istri yang mengalami infertilitas, yaitu dengan menggunakan teknologi bayi tabung. Metode bayi
tabung diretapkan pertama kalinya pada tanggal 26 Juli 1978 lewat kelahiran
seorang bayi asal Inggris bernama Louise Brown, di RS Distrik
Oldham, Manchester. Proses metode bayi
tabung dilakukan oleh DR. Patrick Steptoe ini dilakukan tujuh bulan sebelum
Louise lahir, tepatnya bulan November 1977, dengan cara memasukan embrio ke
rahim Lesley Brown.
Sejak saat itu,
teknologi reproduksi yang dikenal dengan istilah In Vitro Fertilization (IVF)
ini menjadi awal perkembangan teknologi kedokteran yang berkaitan dengan
pembuahan buatan. Di Indonesia, IVF pertama kali diterapkan di RS Anak – Ibu
(RSAB) Harapan Kita, Jakarta pada tahun 1987. Dengan menerapkan tekhnologi bayi tabung ini, wanita atau pasangan
suami istri yang susah untuk memiliki keturunan dapat hamil atau menghadirkan
seorang cucu untuk orang tua dan mendapat keturunan seperti yang mereka
harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar