Kamis, 15 Mei 2014

Proses Organogenesis Pada Kehamilan


Seringkali jika kita melihat ibu hamil, justru kita merasa sangat khawatir terhadap kondisi si ibu dan janinnya pada saat melihat perut ibu yang sudah sangat besar. Kadang timbul rasa iba manakala hamil besar masih harus naik turun tangga (soale ndak ada lift).

Malah tidak jarang juga masa-masa hamil tua justru lebih mendapatkan ekstra perhatian. Jika perhatian ini ditujukan karena kekhawatiran sewaktu-waktu si ibu akan melahirkan, ya iyalah… Tapi maksudnya disini sering kali orang lupa bahwa kehamilan paling rentan adalah saat awal kehamilan yaitu di trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan).
Karena pada saat inilah ibu hamil kadang mengeluh mual-mual bahkan sampai berlebihan alias hiperemesis, lalu pada saat ini juga sering terjadi abortus imminens yaitu tanda-tanda awal keguguran (keluar bercak-bercak perdarahan sebelum 20 minggu kehamilan dan biasanya terjadi pada trimester pertama), dan yang penting juga bahwa pada trimester awal inilah terjadinya organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ utama bayi seperti hati, tangan dan kaki, jantung, tabung saraf, dll. Jika pada masa organogenesis ini si ibu terpapar zat-zat kimia berbahaya, agen-agen penyakit, radiasi, trauma (maksudnya bukan trauma psikis tapi lebih kepada trauma fisik yang bisa mengenai kandungan misalnya jatuh), kurang gizi seperti kekurangan asam folat, kalsium, protein, dll. Maka organogenesis akan terganggu dan menyebabkan cacat bawaan. Naudzubillah…
Bagaimana tahap perkembangan janin selama dalam kandungan?
  • Bulan pertama         : terjadi konsepsi, pembuahan
    dan implantasi.
  • Bulan kedua            : tahap awal dimulainya organogenesis (pembentukan) organ utama tubuh seperti hati, tangan dan kaki, tabung saraf dan jantung. Plasenta mulai terbentuk. Tulang, mulut, telinga dan mata juga mulai terbentuk.
  • Bulan ketiga               : tangan dan kaki mulai bergerak. Organ seksual mulai berkembang, akan tetapi organ utama telah sempurna terbentuk. Wajah juga mulai terbentuk. Pada saat ini, dengan menggunakan USG belum dapat menentukan jenis kelamin janin. Jenis kelamin mulai terlihat pada minggu ke 18 kehamilan atau sekitar bulan kelima (itu kalau bayinya ga lagi ngumpet ^_^).
  • Bulan ke empat      : gigi dan rambut mulai terbentuk. Janin mulai bergerak dan ibu mulai bisa merasakan gerakannya.
  • Bulan kelima             : pertumbuhan lanugo (rambut-rambut halus di badan) mulai menutupi tubuh janin. Jari-jari kaki dan tangan, alis, bulu mata mulai berkembang. Telinga telah sempurna terbentuk dan pada saat ini, janin sudah mulai bisa mendengar. (Ehmm…berarti sudah bisa mendengarkan lantunan Al-Qur’an niy, bisa mulai dibiasakan mendengarkan suara ibunya yang sedang mengaji ^_^, dari awal kehamilan juga lebih bagus). Janin juga sudah bisa mengisap dan menelan dengan baik. Pada fase ini, janin seringkali menghisap jempol (wah… ternyata menghisap jempol bukan hanya kebiasaan bayi saat sudah dilahirkan saja, tapi saat dlm kandungan ternyata juga melakukan kebiasaan yang sama).
  • Bulan ke enam          : perkembangan sistem imun (pertahanan tubuh) dan pembentukan alveolus. Paru-paru juga mulai berkembang. Pada fase ini janin sudah memiliki refleks kejut, sehingga akan terasa gerak janin bila ada hal-hal yang dapat mengejutkannnya. Subhanallah…
  • Bulan ketujuh           : janin sudh dapat mengedipkan mata, menunjukkan bahwa mata telah terbentuk sempurna. (wadduh… si baby genit niy.. ;)). Janin sangat aktif dan bahkan bisa menangis. Tulang terbentuk sempurna dan lemak tubuh juga meningkat. Janin juga dapat tersedak, dan ini dirasakan oleh ibu seolah-olah janin melompat ke sebelah dalam. Allahu Akbar! Ihh…lucu juga nich si baby ^^.
  • Bulan kedelapan       : janin mulai matur dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Janin sering tidur akan tetapi masih sangat aktif.
  • Bulan kesembilan      : pada fase ini bayi dipersiapkan untuk lahir. Biasanya pada fase ini, wajah bayi menghadap ke bawah. Melanjutkan untuk tidur dan beristirahat. Allahu Akbar…

Selasa, 13 Mei 2014

Pungguk dan Bulan




"Bagaikan pungguk merindukan bulan". 

Peribahasa selalu mengena saat konotasi dan kiasan terdengar begitu denotatif dan nyata. 

Ah, si Pungguk harus berhenti menatap idolanya, sang Bulan, sebelum dia tergerak melakukan upaya. Rasa sakitnya bukan ketika terjatuh, namun ketika sesal menyusulnya. Sesal karena dia tahu kapasitasnya yang tak akan pernah menjangkau bulan namun tetap diupayakannya. Maka jatuh hanyalah kepastian yang menunggu, dan penyesalan telah mencoba, sedikit banyak berbunga malu. Apalagi ketika sang Bulan tak sedikit pun mendapat impresi dari upayanya.

Jauh di lubuk hatinya, dan ini yang paling menyakitkan di antara semuanya, si Pungguk telah lama mengetahui bahwa sang Bulan tak pernah mengharapkannya melakukan upaya. Namun tetap saja dia berupaya.

Oh Pungguk, dia harus segera terbangun dan mulai melihat sisi kanan kirinya. Mendongak untuk Bulan memang menyenangkan, namun dia sendiri mulai mengeluhkan waktunya yg terbuang sia-sia tanpa mendapat suatu apa. Dia sendiri sadar hidupnya mulai tak berarah dan mungkin banyak gamangnya. Tuhan mungkin saja menyiapkan banyak hal indah lain di sekitarnya, bukan di atas sana.

Diam-diam pungguk menyeka air matanya. Bukan tersebab nasib ia terlahir sebagai pungguk yang tak mungkin menjangkau bulan, bukan pula karena upaya yang akhirhya ia lakukan malah berbuah sesal dan sia-sia, namun karena ia masih saja merindukan sang Bulan.



Senin, 12 Mei 2014

Just Quote

Quote of the Day:
"Be good and positive for everyone, but to whom are in love with you. Unless you show him / her your feelings back, just more specific."

Thank you for being kind and always positive towards me. Although it makes me confused some [many] times, I appreciate it. please understand, I just want this relationship always be fine and as like as our hopefulness.







Sabtu, 10 Mei 2014

Bayi Tabung



BAYI TABUNG

Bayi tabung adalah proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim sehingga terjadi embrio tidak secara alamiah atau dengan bantuan alat-alat kedokteran. Kehamilan adalah suatu proses yang normal dan alamiah yang pasti ingin dialami oleh semua wanita yang sudah menikah. Karena bagi pasangan yang sudah menikah memiliki momongan adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Banyak hal yang menyebabkan pasangan ingin memiliki anak. Pada dasarnya secara naluriah pasangan yang sudah menikah mereka biasanya memang sudah siap untuk mempunyai anak. faktor lain biasanya adalah faktor keluarga, orang tua biasanya ingin secepatnya menimang cucu. Pasangan biasanya merasa tertekan bila tidak bisa secepatnya menghadirkan cucu bagi orang tuanya. Hal ini biasanya bisa jadi masalah tersendiri, kadang masalah anak ini bisa memicu ketegangan antara suami dan istri. Bila wanita atau istri mempunyai masalah dengan momongan dan ingin memiliki momongan secepatnya, maka harus melakukan upaya-upaya tertentu agar bisa mendapat momongan seperti apa yang sudah mereka harapkan.
Akan tetapi pada zaman sekarang ini para ilmuan telah menemukan suatu cara untuk medapatkan keturunan dari pasangan suami istri yang mengalami infertilitas, yaitu dengan menggunakan teknologi bayi tabung. Metode bayi tabung diretapkan pertama kalinya pada tanggal 26 Juli 1978 lewat kelahiran seorang bayi asal Inggris bernama Louise Brown, di RS Distrik Oldham, Manchester. Proses metode bayi tabung dilakukan oleh DR. Patrick Steptoe ini dilakukan tujuh bulan sebelum Louise lahir, tepatnya bulan November 1977, dengan cara memasukan embrio ke rahim Lesley Brown.
Sejak saat itu, teknologi reproduksi yang dikenal dengan istilah In Vitro Fertilization (IVF) ini menjadi awal perkembangan teknologi kedokteran yang berkaitan dengan pembuahan buatan. Di Indonesia, IVF pertama kali diterapkan di RS Anak – Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta pada tahun 1987. Dengan menerapkan tekhnologi bayi tabung ini, wanita atau pasangan suami istri yang susah untuk memiliki keturunan dapat hamil atau menghadirkan seorang cucu untuk orang tua dan mendapat keturunan seperti yang mereka harapkan.